Keberadaan teknologi drone yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari sejarah teknologi perkembangannya. Jika Anda tertarik dengan dunia teknologi, tentu perkembangan drone ini menarik untuk disimak.
Pada artikel ini akan dibahas terkait sejarah perkembangan drone dari awal mula terciptanya teknologi ini hingga berbagai jenisnya. Simak pembahasan lengkapnya di bawah ini!
Sejarah Teknologi Drone

Konsep awal drone lahir di Austria pada abad ke-19, yang mana lebih dikenal dengan pesawat tanpa awak. Awal tonggak sejarah perkembangan drone berasal dari fenomena “Kettering Bug”. Pada tahun 1918, ilmuwan bernama Charles Kettering merancang sebuah pesawat tanpa awak.
“Bug” ini awalnya bertujuan untuk menjadi pesawat tanpa awak yang membawa bom otomatis saat menyerang jerman. Walaupun ternyata alat “bug” ini tidak pernah digunakan, namun konsep sejarah teknologi drone sudah tercipta.
Lalu, ketika Perang Dunia II berlangsung, pesawat tanpa awak dikembangkan sebagai keperluan militer atau spying. Muncul pesawat drone “OQ-2 Radiplane” yang dibuat oleh Reginald Denny yang saat itu menjadi anggota AU Amerika Serikat.
Di era modern hingga sekarang, teknologi drone berkembang bukan lagi untuk keperluan militer, tetapi lifestyle. Kali ini teknologi drone banyak digunakan untuk fotografi, mengambil video dan lain-lain.
Jenis-Jenis Teknologi Drone
Sekarang, drone menjadi teknologi yang erat dengan kebutuhan masyarakat. Jenis-jenisnya pun bervariasi sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya. Berikut ini beberapa jenis teknologi drone yang umum digunakan oleh masyarakat, yaitu:
1. Drone Multirotor

Jenis drone yang pertama adalah multirotor yang menggunakan lebih dari satu rotor. Drone jenis ini memiliki fungsi yang beragam, mulai dari fotografi dan pengambilan video. Penggunaannya cukup populer dan familiar di kalangan masyarakat.
Keunggulan drone multirotor ini terbang lebih stabil dan mampu bermanuver di udara. Sejarah teknologi drone yang tadinya untuk militer dan bergeser untuk kebutuhan masyarakat merupakan kemajuan yang cukup signifikan.
2. Fixed-Wing Drone

Fixed-wing drone merupakan jenis drone yang menggunakan teknologi sayap mirip pesawat terbang mini. Keunggulan drone ini adalah mampu terbang di area pemetaan yang lebih luas seperti pertanian maupun hutan.
Digunakan bagi pekerjaan yang membutuhkan pemetaan daerah yang luas tanpa harus menggunakan pesawat yang asli. Keberadaan fixed-wing drone ini mempermudah aktivitas yang tadinya hanya bisa dilakukan oleh pesawat terbang.
3. Single Rotor Drone
Berikutnya, ada jenis drone dengan single rotor. Berbeda dengan jenis drone multirotor, single rotor drone memungkinkan satu rotor bekerja mirip helikopter. Dapat digunakan untuk beberapa aktivitas harian seperti pemetaan wilayah, fotografi dan video.
Keunggulan drone jenis ini adalah lebih efisien dan hemat energi dibandingkan drone multirotor. Jadi, jika secara daya tahan usia, jenis dorne ini lebih kuat dibandingkan jenis drone lainnya.
4. Nano Drone
Terakhir, ada jenis nano drone yang merupakan drone berukuran kecil dan diciptakan untuk penggunaan pada ruang sempit. Drone jenis ini dapat digunakan untuk misi pengawasan jarak dekat.
Tidak heran jika nano drone masih digunakan untuk kebutuhan militer atau spying. Jika Anda penasaran dengan bentuk nano drone, beberapa bentuknya bisa dilihat dari film-film genre pengintaian. Misal, ada yang berbentuk seperti semut kecil yang hampir tak terlihat.
Jadi, sejarah teknologi drone mengalami masa yang begitu panjang sebelum dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti sekarang. Berawal dari kebutuhan spying dalam dunia militer, sekarang drone digunakan menjadi kebutuhan bisnis dan entertainment.

